Feb
02
Filed Under (my thought) by soe-the-arts on 02-02-2008

Saya
seneng banget menemukan kata-kata ini. It’s so perfect to express how i feel
about Indonesian. Jadi, saya juga termasuk religious bastard, soalnya saya
orang Indonesia, hehehehe

Kata-kata
‘religious bastard’ ini benar-benar menghantui saya, terutama sejak Pak Harto
meninggal dunia. Menurut saya nih, pak Harto adalah sosok yang religius, dia
pergi menunaikan ibadah haji, dia juga sering di sorot datang ke masjid pada
hari Jumat. Dia selalu mengawali dan metutup pidato kenegaraannya, dengan salam
khas muslimin. Dia menyumbang banyak sekali untuk pembangunan masjid dan pesantren
di seluruh Indonesia. Dan masih banyak lagi. Dia adalah orang yang religius,
mewakili gambaran umum bangsa Indonesia. Orang indonesia yang mayoritas muslim ini,
menerapkan istirahat, Sholat, makan (ISOMA) di kantor-kantor. Tiap Jumat,
jalan-jalan ditutup, karena di pakai Jumat’an. Orang-orang mengucapkan salam
khas muslimin di jalan-jalan, mereka juga menggunakan istilah-istilah khas
keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali aspek dalam kehidupan
masyarakat indonesia dikaitkan dengan agama, seperti : pendidikan adalah
ibadah, bekerja dalah ibadah, perkawinan adalah ibadah, kebersihan dalah bagian
dari Iman, dan lain-lain. Sepertinya tiap hirupan napas orang indonesia
mengandung pujian atas asma Tuhan YME. Bayangkan….!! betapa religius nya
bangsa ini!!

Sayangnya….,
pak Harto yang religius ini, telah berpuluh-puluh tahun melarang sekelompok
masyarakat Indonesia untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Klenteng
di tekan, ga boleh ada perayaan besar, ga boleh bangun klenteng baru,
pernikahan di klenteng ga diakui negara…. Pak Harto yang religius juga
membiarkan saja anak kesayangannya menghancurkan hajat hidup orang banyak
melalui BPPC. Ribuan hektar tanaman cengkeh di bakar, karena ga laku, akibat
monopoli pengelolaan cengkeh yang bodoh oleh BPPC. Pak Harto yang religius
mengiya kan saja kekerasan oleh TNI di Aceh, Timor, dan Papua. Pak Harto yang
religius memfasilitasi terjadinya ‘civil war’, drama pembunuhan sadis antar
sesama bangsa Indonesia atas nama pemberantasan terhadap PKI, dan masih
banyaaaaaakkkk lagi yang telah di buat oleh pak Harto yang religius ini. Jadi,
saya bertanya-tanya dalam hati, what kind of man is he? Religious, or bastard?

Sekali
lagi, pak Harto adalah gambaran umum wajah bangsa indonesia…. Religious
bastard. Pegawai negeri tetap melakukan pungli biarpun dia baru aja selesai
sholat. Penghulu mempermudah praktik kawin kontrak, dengan membantu menyiapkan
KTP palsu, membuat buku nikah, sampai dengan menyiapkan wali. Rieke Dyah
Pitaloka pernah bilang: suatu ketika, pas dia ke Jerman yang negaranya liberal,
serta mayoritas rakyatnya Atheis, dia ga sengaja meninggalkan tasnya yang
berisi passport, surat-surat identitas sebagai peserta delegasi indonesia serta
sejumlah uang, di stasiun. Rieke jelas kalang kabut, untung tas itu ga hilang.
Hebatnya, tas itu di kirim kembali ke hotel tempat Delegasi Indonesia menginap,
tanpa kekurangan suatu apapun!! Rieke sempat berkomentar, seandainya tas itu
hilangnya di Indonesia yang sangat religius ini…. sudah barang tentu tas itu
ga bakal kembali!!

Kadang-kadang
saya berpikir, bangsa Indonesia itu religius banget, sangking religiusnya,
sampai-sampai kalau mereka mendapatka kesempatan untuk korupsi, mereka meyakini
bahwa kesempatan itu datangnya juga dari Tuhan… Ah!