[ Jawa Pos, Kamis, 22 Januari 2009 ]
Dirujuk ke RS Setelah Diklat
Empat Mahasiswa Pecinta Alam PetraSURABAYA - Pendidikan dan pelatihan mahasiswa UK Petra Pecinta Alam (Matrapala) di Gunung Penanggungan pada 9-18 Januari lalu berbuntut. Empat mahasiswa yang ikut Matrapala terpaksa dirujuk ke rumah sakit (RS). Penyebab kejadian itu masih belum jelas.
Namun, pihak rektorat sudah membentuk tim untuk menginvestigasi persoalan tersebut. Data yang dihimpun Jawa Pos, empat mahasiswa yang dirawat di RS pasca mengikuti kegiatan UKM (unit kegiatan mahasiswa) itu adalah Maria S. Pamudji, Irwan Siregar, Devi Suwono, dan Debby Gracia Wijaya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UK Petra Heri Saptono mengakui adanya peristiwa tersebut.”Tidak hanya pihak keluarga mahasiswa yang menanyakan. Saya pun menanyakan bagaimana bisa sampai seperti ini,” kata Heri kepada Jawa Pos kemarin (21/1).
Menurut Heri, berdasar keterangan sementara, keempat mahasiswa itu dinilai kurang siap mengikuti diklat. “Mengikuti kegiatan seperti itu tentu menuntut kesiapan fisik dan mental,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya sudah dua kali mengunjungi empat mahasiswa yang saat ini masih berada di RS Mitra Keluarga itu.”Kami juga sudah berbicara dengan mereka, meminta maaf terkait apa yang terjadi kepada keluarga,” kata Heri.
Untuk mengetahui penyebab sebenarnya, lanjut Heri, kemarin pihaknya membentuk tim yang beranggota tujuh orang. “Tim itu berasal dari kalangan mahasiswa, biro kemahasiswaan, dan unit ketahanan kampus (keamanan, Red),”ujar pria berkacamata itu.
Selain itu, pimpinan UK Petra telah mengeluarkan beberapa pernyataan. Universitas menyesalkan kejadian itu dan meminta maaf kepada keluarga korban. Tidak hanya itu. Universitas berjanji menginvestigasi kejadian tersebut. Untuk sementara, UKM Matrapala juga dibekukan. “Kampus juga akan mengganti seluruh biaya rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi tubuh Debby masih sangat buruk. Ketika ditemui di RS Mitra Keluarga, telapak kaki gadis tersebut luka cukup dalam. Warnanya menghitam, tapi sudah agak mengering. Di sekujur tangan Debby terlihat beberapa goresan kecil. Menurut dia, hal itu terjadi karena ada benturan dengan kayu dan rerumputan.
Debby ditemani tiga anggota keluarganya. Saat itu, ibunya tampak menyuapi gadis asal Pasuruan tersebut dengan bubur. Ketika dimintai pendapat, Ibu Debby menolak memberikan keterangan.”Janganlah, permasalahan ini sudah diselesaikan kok. Nanti hubungan kita dengan kampus malah tambah buruk,”ujar perempuan itu sambil mempersilakan Jawa Pos keluar kamar perawatan.(nur/hud)
Quite interesting karena saya bisa menemukan posting lain di internet selain artikel JP tentang kejadian ini.
Appreciate atas kerendahan hati untuk mengevaluasi diri.. =) Saya sebagai mahasiswa Petra cukup menyayangkan kejadian ini. Dan di kalangan teman-teman mahasiswa kasus ini tetap meninggalkan cerita tersendiri sampai saat ini. =(
Semoga matrapala petra bisa menemukan inti masalah dari pelajaran berharga ini dan memperbaiki diri di kemudian hari serta akan jadi satu kegiatan mahasiswa ‘matrapala’ yg membanggakan bagi kampus dan seluruh civitasnya..
GBU
POKOK NYA MATRAPALA JAYA, GUE DOLO JUGA DI BENTUK AMA MATRAPALA, SIFAT2 JELEK GUE DI UBAH MATRAPALA. JANGAN TAKUT MATRAPALA CUMAN DI KOTORIN SEDIKIT ORG, BANYAK ANGGOTA MATRAPALA YG SUKSES, MALAH 1 ORG SENIOR GUE SEKARANG CALEG DARI HANURA, BAPAK BONNIE